Wednesday, January 27, 2010

Interference and Integration in A Balinese Article "Midabdabin Bali Pinaka Pulo Perdamean Lan Demokrasi"

By I Gst. Ag. Sri Rwa Jayantini, Dosen STIBA Saraswati Denpasar
This writing tries to investigate wheter interference and integration occur in an article of a newspaper or not. Generally, articles in the newspaper utilize a wide range of vocabulary as well as apply a certain style which usually deals with diction, syntax, narration, rhetorical devises, etc. The choice of words, the structure of sentences and how the words are spelled, then are worth analyzing from the aspect of sociolingustics. In a specific sense, it is interesting to find out the words, phrases or other elements which show interference and integration. Balinese language which long time before was motly used as a means of spoken communication emerges as a means of written communication in printed media i.e. Bali Orti, special pages of Bali Post Sunday's edition which is written in Balinese language. The article analyzed in this paper entitled Midabdabin Bali Pinaka Pulo Perdamean lan Demokrasi. There are some examples of integration and interference found in this article. The analysis was made referring to Richards et al (1985), Weinreich ( in Grosjean, 1982) Haugen (in Grosjean, 1982) and Chaer and Agustina (1995).

The Story of a Woman Sacrificed to Patriarchy

By Cok. Istri Dewi Wisana Anggarini, Dosen STIBA Saraswati Denpasar
By reflecting Calon Arang as a dejected victim of patriarchy, surely Toeti's lyrical prose does not intend to legitimize her evil deeds. Calon Arang has had many lives throughout history. She lives through dance, through Tales of Dirah, through dissertations, through comics, and fold tales. In those versions, Calon Arang is told from the dominant point of view which reflects our gender-imbalance perspective.

The Function of Balinese Suffix

By Wayan Sidhakarya, Dosen STIBA Saraswati Denpasar
The suffix - ang is a verbal case marking in the Balinese language. Its existence as a suffix of the verb has a functional syntactic load which can be categorized into three main semantic criteria, i.e. transitive, causative and benefactive. A transitive verb might be made out various roots or stems. Semantically the effect of this type of transitive construction is on the agent of the doer of the action. When the effect is on the object the result is affected object or causing something to change its state of appearance. The root of the verb may have already been a transitive verb. In this case the additional of - ang would increase its transitivity by the bringing in more argument or valency of the verb. This is when the verb becomes a benefactive verb.

Wednesday, September 30, 2009

Lambang dan Bendera STIBA Saraswati Denpasar


Lambang STIBA Saraswati Denpasar
Lambang ini terdapat pada bendera Sekolah Tinggi, yang merupakan gambar dari Dewa Ganeca dengan sikap duduk bersila di atas bunga teratai yang bertajuk bunga 8 (delapan) helai. Ganeca berbentuk patung. Lambang dalam bentuk kain/papan/kertas dengan ukuran gambar panjang /lebar adalah 3 berbanding 2.

Bendera STIBA Saraswati warna dasar biru tua, lambang kekuatan sedangkan warna gambar kuning, lambang kesucian, ketulusan serta cinta kasih. Bendera ini dipergunakan dalam acara-acara resmi kelembagaan, seperti wisuda, yudisium, dan berbagai jenis acara resmi lainnya.

a

Sejarah Singkat STIBA Saraswati Denpasar


Yayasan PR Saraswati Denpasar yang sejak semula bergerak di bidang Pendidikan, yang didirikan pada tanggal; 8 Desember 1946 dengan Akte Notaris No: 111 oleh Yth. Bapak DR. I Gusti Made Tamba (Almarhum) dan Yth. Bapak I Gusti Putu Mertha (Almarhum) dan berkedudukan di Kota Madya Dati.II Denpasar, Propinsi Dati.I Bali.

Yayasan PR Saraswati Denpasar mempunyai tingkat pendidikan dari Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi. Salah satu diantaranya ABA Saraswati Denpasar, yang didirikan pada tanggal: 28 Agustus 1973 dan kemudian mendapat Status Terdaftar SK Menteri P dan K RI No: 75/DPT/1973 pada tanggal: 3 September 1973 dengan satu jurusan yakni: Bahasa Inggris.

Kemudian pada tanggal; 8 Maret 1982 diadakan penggabungan antara IKIP Saraswati Denpasar dengan ABA Saraswati Denpasar menjadi Universitas Mahasaraswati Denpasar dengan Status Terdaftar.

Dengan maksud untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan Sektor Kepariwisataan di Propinsi Dati I Bali yang pada akhirnya dapat merupakan Aset Devisa Negara yang cukup tinggi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, sudah tentu sangat dibutuhkan tenaga-tenaga ahli yang terampil dan terdidik di dalam penguasaan bahasa asing.

Maka berdasarkan Keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI No; 090/D/O/1994, tanggal; 19 Agustus 1994 Yayasan PR Saraswati Denpasar mendirikan ABA Saraswati Denpasar (yang kedua kalinya) dengan Status Terdaftar untuk jenjang Program D.III Jurusan Bahasa Inggris,; Jurusan Bahasa Jepang,; Jurusan Bahasa Perancis,;dan Jurusan Bahasa Jerman. ABA Saraswati Denpasar adalah suatu Lembaga Pendidikan Tinggi yang berada dalam pembinaan Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati Denpasar seperti halnya PTS lainnya, ABA Saraswati Denpasar secara administrasi dan Akademik berada di bawah pembinaan Depdiknas melalui Kopertis Wilayah VIII Denpasar.

ABA Saraswati Denpasar berdiri pada tanggal; 19 Agustus 1994 Kepemimpinan Direktur yang pertama dijabat oleh Bapak Drs. I Made Sukamerta M.Pd. Kampus ABA Saraswati Denpasar berlokasi di Jalan Kamboja Denpasar dan memiliki 12 ruang kuliah, 2 ruang lab.bahasa, ruang perpustakaan, ruang dosen, ruang baca, ruang administrasi dan kantor Ketua beserta staf.

ABA Saraswati juga mendapat bantuan tenaga dosen dipekerjakan berjumlah 3 orang untuk Program Studi Bahasa Inggris. Untuk memenuhi Keputusan Mendikbud No; 234/U/2000. maka yayasan mengangkat dosen tetap yayasan untuk Program Studi Bahasa Inggris dan Program Studi Bahasa Jepang. Kegiatan perkuliahan dilaksanakan jam; 18.30-21.45 dari hari Senin sampai dengan hari Jumat.

Seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan dari bursa tenaga kerja yang menuntut tingkat pendidikan lebih tinggi, maka ABA Saraswati Denpasar diusulkan Peningkatan Status dari ABA menjadi STIBA. Peningkatan status ABA menjadi STIBA ini ditetapkan dengan keputusan Mendiknas Nomor 182/D/O/2003. Dalam keputusan ini, STIBA Sarsawati Denpasar ditetapkan dapat menlaksanakan 3 program studi yaitu : Program Studi Bahasa Inggris (DIII). Program Studi Bahasa Jepang (DIII), dan Program Studi Sastra Inggris (S1).

Setelah dua tahun perjalanan S1 Sastra Inggris di STIBA Saraswati Denpasar, hal yang tentu saja sangat menggembirakan, adalah dengan diperolehnya ijin penyelenggaraan program studi S1 Sastra Jepang, dengan surat ijin penyelenggaraaan program studi S1 Sastra Jepang Nomor 3367/D/T/2006. Sehingga, secara rinci program studi yang dibuka oleh STIBA Saraswati Denpasar saat ini adalah :

1. Program Studi Sastra Inggris (S1)
2. Program Studi Sastra Jepang (S1)

Tahun 2009, kedua program studi yang diasuh STIBA Saraswati Denpasar telah mendapatkan akreditasi dari BAN PT (Badan Akreditasi Nasional) Perguruan Tinggi dengan hasil yang cukup menggembirakan yaitu nilai “B” untuk program studi Sastra Inggris, dengan SK Nomor 014/BAN-PT/Ak-XII/S1/VI/2009.

Friday, September 11, 2009

Ospek STIBA Saraswati, Tahun Akademik 2009-2010

212 Mahasiswa Baru Stiba Saraswati Ikuti Ospek
Denpasar (Bali Post), Jumlah mahasiswa baru Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing (Stiba) Saraswati Denpasar tiap tahun terus meningkat. Peningkatan paling besar terjadi tahun ini yakni mencapai 100 persen. Tahun ini Stiba Saraswati Denpasar menerima 112 mahasiswa baru untuk tiga kelas bahasa Jepang dan dua kelas bahasa Inggris.

Semua mahasiswa baru tersebut sejak Selasa malam (8/9) mengikuti Orientasi Studi Pengenalan Kampus (ospek) yang dibuka Ketua Stiba Saraswati, Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. Stiba Saraswati, kata Made Sukamerta, kini membuka program S-1 Bahasa Jepang dan S-1 Bahasa Inggris yang sudah terakreditasi, sedangkan program diploma ditutup sejak setahun lalu. Alasannya, kecenderungan masyarakat belajar bahasa asing dengan meraih gelar sehingga cepat diterima di pasar kerja.

Terhadap naiknya peminat bahasa Jepang, pemilik jasa stranfortasi pariwisata ini mengatakan karena lulusannya tak ada yang menganggur. Ia mengaku sengaja membatasi jumlah mahasiswa baru disesuaikan dengan kapasitas dan dua lab bahasa yang dimiliki. Jumlah pendaftar yang masuk ke Stiba sebenarnya 275 orang, yang diterima 212 orang. Sukamerta mengatakan, materi ospek di antaranya diisi dengan organisasi kemahasiswaan diberikan Wakil Ketua III, Drs. Dewa Putu Adnyana S.S., Kurikulum Berbasis Kompetensi oleh Wakil Ketua I, I Komang Sulatra, S.S., dan Tata Tertib Mahasiswa oleh Wakil Ketua II, I Gst. Ag. Sri Jayanthi, S.S. Kamis ini (10/9) mahasiswa diajak bersih-bersih di Pantai Matahari Terbit.

free image host free image host free image host free image host free image host free image host free image host free image host free image host free image host free image host free image host free image host free image host free image host free image host free image host free image host

Wednesday, June 3, 2009

William Shakespeare (Script Collection)

Download from DepositFiles

Require Adobe Acrobat Reader, for open the files

Click this icon, for download Adobe Acrobat Reader 9.1



 photo as_zps6b579a25.jpg